1. Komunitas
Online di Era Media Sosial dan Perannya dalam Menciptakan Ruang Publik
Ruang publik adalah sebuah ekosistem
yang dapat memberi ruang tumbuh bagi peradaban manusia. Ruang ini menjadi modal
sosial dan ekonomi bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan
produktif.
Menurut Jurgen Habermas, ruang
publik memiliki peran yang berarti dalam proses berdemokrasi. Ruang publik
merupakan wadah diskursus masyarakat, tempat warga negara dapat menyatakan
opini, kepentingan, dan kebutuhan mereka secara diskursif. Sifatnya harus
bebas, terbuka, transparan, dan tidak ada intervensi pemerintah di dalamnya;
dengan kata lain otonom. Ruang publik harus mudah diakses oleh semua orang.
Melalui ruang publik ini masyarakat atau warga dapat menghimpun solidaritas dan
kekuatan untuk melawan mesin-mesin pasar atau kapitalisme dan mesin-mesin
politik.
2. Ruang
Kreatif Publik
Ruang publik kreatif dapat bekerja
dengan baik jika dapat mengakomodasi ekspresi komunitas-komunitas. Ada sebelas
prinsip untuk menciptakan sebuah ruang komunitas (ruang bersama) yang baik yang
dirangkum oleh Project for Public Space (PPS). Dengan menerapkan
prinsip-prinsip ini ruang publik akan bertransformasi menjadi sebuah ruang
bersama yang kaya dan hidup, tempat taman, plaza, lapangan terbuka, jalan
kendaraan, area pejalan kaki, atau segudang ruang outdoor dan indoor lainnya
yang memiliki kesamaan kegunaan publik.
3. Komunitas
Online di Era Media Sosial
a. Sejalan
dengan perkembangan jaman, ruang publik telah meluas melampaui ranah fisik dan
geografis yang dapat dinikmati secara langsung. Informasi dan teknologi
komunikasi telah berkembang pesat di kota-kota besar di Indonesia dalam dua
dekade terakhir. Saat ini, dengan kecanggihan teknologi, ruang publik juga
hidup di dunia maya. Hal ini membuat perubahan dalam berkegiatan sosial-budaya
ekonomi, sosial, dan kelembagaan terutama di perkotaan.
b. Kemudahan
mengunduh aplikasi di internet mempermudah penggunanya untuk membentuk
komunitas online berdasarkan kesamaan kepentingan dan ketertarikan. Komunitas
online adalah kumpulan orang (masyarakat) yang melakukan kegiatan dalam bentuk
pertukaran informasi dan pengetahuan dengan bantuan Information and
Communications Technology (ICT). Komunitas online dapat dibentuk dengan hanya
beberapa orang atau anggota yang terbatas. Beberapa contoh komunitas online
misalnya komunitas alumni atau hobi.
c. Kecenderungan
terhadap penggunaan facebook, twitter, path, mailing list, whatsapp, dan
lainnya memperlihatkan bahwa anggota kelompok online tidak tunggal, namun bisa
terdiri dari berbagai macam latar belakang.
4. Salah
Satu Komunitas yang Menggunakan Teknologi Media Sosial Untuk Berkomunikasi Dan
Berinteraksi
a) Indonesia
Berkebun
Indonesia Berkebun adalah komunitas
yang bergerak melalui jejaring sosial (baik itu twitter, facebook, blog) untuk
menyebarkan semangat positif agar lebih peduli terhadap lingkungan dan
perkotaan dengan program urban farming. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan
lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah fungsi menjadi lahan
pertanian/perkebunan produktif dengan peran serta masyarakat sekitar. Semangat
ini berawal dari media sosial twitter @Idberkebun yang disambut baik oleh para
netizen yang menginginkan kota yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih membawa
manfaat. Dengan semangat untuk berbagi, para “sahabat berkebun” menjadi buzzers
dan influencers, baik di twitter maupun jejaring sosial lainnya. Sehingga saat
ini Indonesia Berkebun sudah berkembang di lebih dari 31 kota & 9 kampus di
Indonesia, tergabung dalam jejaring Indonesia Berkebun yang memiliki visi dan
tujuan yang sama.
Belajar dari kasus
komunitas-komunitas online di atas, dapat dilihat bahwa gerakan atau aksi
komunitas dapat dimobilisasi dengan jaringan yang besar. Kemajuan informasi dan
teknologi komunikasi di era ini telah memfasilitasi berbagai gerakan sosial.
Beberapa ‘Buzz’ gerakan sosial memiliki jangkauan yang luas, namun langsung dan
personal. masyarakat Indonesia cenderung sangat mudah untuk dikumpulkan atau
diminta bantuan jika ada sesuatu yang menarik, yang lain pun ikut bergabung.
Fenomena ini juga yang timbul di era media sosial sekarang ini, yang membuat
pembentukan komunitas online dan mengumpulkan anggotanya untuk bertemu secara
fisik sangatlah mudah di Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa aktivitas
komunitas online telah membawa konektivitas baru manusia.
c) Penciptaan
Ruang Publik Baru Oleh Komunitas Online
Komunitas-komunitas online kreatif
seperti di atas, selain menciptakan ruang publik di dunia maya juga menciptakan
ruang-ruang bersama secara fisik di ranah publik sesuai dengan tujuan dan visi
mereka masing-masing. Melalui dunia maya seperti media sosial, anggota
komunitas saling berinteraksi dan berkomunikasi yang membentuk dialog dan
diskursus hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan aktivitas atau
gerakannya secara offline. Dengan pertemuan secara offline tersebut, ruang
bersama di ranah publik tercipta.

Komentar
Posting Komentar